MAKALAH JURNAL INDIVIDU
“ BEBERAPA VARIABEL FAKTOR DALAM MENGOPTIMALKAN FUNGSI RUANG DAN LAHAN PADA RUMAH SEDERHANA (Tipe36/72M2) “
NAMA : VIVIN SATRIANA
STAMBUK : 1412100674
KELAS : W10
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2012/2013
KATA PENGANTAR
Assalamuallaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan Rahmat dan Ridho-Nya sehingga makalah kesehatn lingkungan pemukiman ini dapat terselesaikan dengan baik
Dalam makalah ini berisi tentang pengaruh rumah sederhana terhadap pemukiman,dalam hal ini kita membahas mengenai rumah tingkat sederhana,cara pemilihan balok penyangga yang sesui untuk memenuhi kebutuhan rumah agar tidah mudah rusak dan tahan terhadapa gonjangan.
Sebagai penyusun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini
Wassalam…
Makassar, 1 Juni 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2
DAFTAR ISI ....................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah ..................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 5
1.3 Tujuan ................................................................................................ 5
1.4 Prinsip Teori........................................................................................ 5
BAB II PEMABHASAN
2.1 Hasil dan Data Penelitian .................................................................. 7
2.2 Faktor penyebab Masalah .................................................................. 8
2.3 Solusi ................................................................................................ 8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan .................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam menentukan prioritas tentang rumah, seseorang atau suatu keluarga yang berpenghasilan rendah cenderung meletakan prioritasnya sebagai berikut :
1. Prioritas utama adalah, memiliki rumah dengan lokasi masih dapat dijangkau dengan transportasi kota/angkutan umum.
2. Prioritas kedua adalah status kepemilikan rumah dan lahannya legal.
3. Prioritas ketiga adalah bentuk dan kualitas rumah.
Kebijakan dan kemudahan yang di programkan oleh pemerintah, pengembang /developer saat ini, dimana masyarakat cenderung dapat memiliki rumah sederhana (Tipe36 / 72 - 90M² ) dengan cara angsuran jangka panjang antara 5 - 15 tahun sesuai kemampuan dan tingkat penghasilannya. Dalam perkembangannya tentu ada upaya setiap pemilik rumah sederhana (Tipe36/72M²) dengan motivasi sosial / ekonomi dalam meningkatkan kualitas hidup serta fungsi kenyamanan rumah menjadi lebih baik . Kurang sesuainya kondisi rumah yang disajikan oleh pengembang / real estat / developer saat itu dengan kebutuhan fisik & psikis penghuni sekarang, maka mendorong penghuni untuk melakukan renovasi rumahnya menjadi lebih baik sesuai perkembangan usia penghuni, status sosial, ekonomi dan lingkunganya. Sejalan dengan meningkatnya penghasilan, bertambahnya jumlah penghuni dan status sosial pemilik rumah, sementara sisa lahan yang ada masih memungkinkan untuk dikembangkan, merubah dan menambah fungsi ruang baru , meninggikan lantai , menggeser kesamping, kebelakang maupun keatas. Agar kebutuhan fisik & psikis, serta fungsi ruang dapat optimal.Desain penelitian ini memiliki kegunaan, antara lain :
Sebagai pertimbangan teknis dalam disain perencanaan dan perancangan konstruksi bagi masyarakat yang kurang memahami teknik merenovasi rumah tempat tinggalnya. Dan dapat digunakan Bagi pengembang perumahan diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan desain / perancangan, serta kebijaksanaan teknis dalam membangun rumah sederhana padamasa mendatang, agar konsumen dapat memiliki rumah yang layak dan nyaman serta memenuhi standart.
1.2 Rumusan masalah
Menurut pendapat Francis D.K.Ching & Dale E.Miller,1987, renovasi dapat diartikan sama dengan merombak, memperluas atau memperbaharui rumah, agar sesuai dengan perubahan dan kebutuhan didalam keluarga serta gaya hidupnya. Renovasi merupakan pengubahan sederhana dari sebuah ruangan ke suatu penggunaan untuk fungsi lain, atau penyatuan dua buah ruangan menjadi satu ruangan yang lebih besar. Hal ini dapat mencakup pembongkaran sebuah ruangan kearah fungsi ruang baru.
Dari pernyataan diatas dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu :
1. Apa saja hal yang menjadi dasar suatu keluarga melakukan renovasi ?
2. Mengapa suatu keluarga membutuhkan waktu yang cukup lama lama untuk merenovasi rumahnya.
3. Metode apa yang dilakukan untuk merenovasi rumah ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitin ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan psikis,cara untuk lebih memanfaatkan fungsi ruang,dan fungsi ruang dengan merenovasi bangunan.
1.4 Prinsip teori
Renovasi rumah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbarui, memperbaiki atau mengganti sebagian bangunan rumah untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Sebenarnya, ada kegiatan lain yang juga sering dimasukkan ke dalam definisi renovasi, yaitu pengembangan. Beberapa yang umum ditemui adalah alasan-alasan berikut ini:
1. Bangunan Rumah MengalamiKerusakan.
Entah karena terpapar cuaca, dimakan usia, bahkan karena bencana alam, bangunan rumah suatu ketika mengalami kerusakan. Jika ini alasannya, renovasi tidak bisa ditunda lagi. Apalagi bila kerusakan menyangkut struktur, yang jelas-jelas membahayakanpenghunirumah.
2. Kebutuhan Ruang Dalam Rumah Bertambah.
Alasan ini umum dikemukakan para pemilik rumah yang memiliki anggota baru di keluarganya. Bertambahnya jumlah anak atau orangtua yang tinggal bersama di usia senjanya, merupakan sedikit contoh. Yang juga banyak ditemui adalah kebutuhan membuat kamar pembantu dan kamar mandi pembantu, yang biasanya belum ada pada rumah-rumah bertipe standar di perumahan.
3. Rumah Kurang Nyaman
Kenyamanan rumah tergantung dari banyak aspek. Design dan lingkungan sekitar merupakan salah satunya. Jika rumah dirasa tidak nyaman, misalnya pengap dan kurang cahaya, renovasi menjadi jalan penyelesaian terbaik. Bahkan jika rumah dirancang dari awal, kondisi lingkungan yang berubah serta teori-teori design yang pada kenyataannya tidak berjalan sesuai perkiraan, dapat menjadi alasan dilakukan renovasi
4. Selera Design Rumah Berubah.
Design selalu mengalami perkembangan. Walaupun tidak secepat pergerakan tren busana, rumah pun memiliki tren design-nya sendiri. Bagi pemilik rumah yang selalu mengikuti tren, inilah yang menjadi latar belakang renovasi yang dilakukannya. Agar tidak ketinggalan dengan tren terbaru, renovasi dapat dilakukan pada muka rumah saja atau bahkan mengubah layout ruang-ruang dalamnya agar perubahan design dapat dirasakan secara total. Perubahan design ini juga menjadi alasan renovasi bagi pembeli rumah seken yang design rumah awalnya kurang mengena di hati.
5. Perawatan Berkala.
Rumah yang secara teratur dirawat akan berumur panjang. Walaupun belum rusak, tetapi ketika ada bagian arsitektur rumah yang sudah berumur, penggatian dengan material baru menjadi tindakan pencegahan yang bijaksana. Dengan melakukan renovasi rumah di awal, biaya perbaikan yang tidak terduga atas kerusakan dapat dikurangi. Apalagi saat ini teknologi bahan bangunan khusus rumah tinggal berkembang begitu pesat, sehingga menghasilkan material baru yang punya ketahanan lebih baik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hasil / data penelitian
Melihat hasil analisis frekuensi,yang secara signifikan lebih dominan dalam profil responden adalah sebagai berikut:
a. Pekerjaan utama responden sebagai staf pada perusahaan swasta dengan penghasilan di bawah Rp 2.500.000,- lebih dominan, sehingga secara logika tidak ada kesempatan untuk mencari tambahan penghasilan diluar pekerjaan utama.
b. Status kepala keluarga yang tidak memiliki keahlian khusus dirasakan sulit untuk membiayai dan merenovasi rumah yang telah didapat dari pengembang.
c. Jumlah penghuni dalam keluarga tersebut yang dominan adalah 2 – 4 orang, sehingga masih mungkin dan layak untuk dihuni seperti apa adanya.
d. Data profil responden / frekuensi responden seperti dibawah ini:
| No | LOKASI PERUMAHAN | PENGEMBANGAN DEVELOPER | JUMLAH | ||||
| POPULASI/Tipe Rumah | SAMPEL ( 3%) | ||||||
| 21 | 27 | 36 | 45 | ||||
| 1 | Kec. Suko manunggal | Perumnas I | - | - | 440 | - | 14 |
| 2 | Kec. Tandes | Perumnas II | - | - | 1.385 | - | 42 |
| 3 | Kec. Bonowo | Swasta Anggota REI | - | - | 302 | - | 9 |
| 4 | Kec. Lakar santri | Swasta Anggota REI | - | - | 670 | - | 21 |
| | Jumlah Populasi | | - | - | 2.797 | - | 84 |
Frekuensi Hasil Pengamatan terhadap rumah responden, seperti dibawah ini: Tabel 1. Populasi Penelitian
Sumber : DPD.REI – Jawa Timur ,Maret 2001
Tabel diatas menunjukkan bahwa Rumah sederhana yang didapat pada tahun 1980-1985 melalui angsuran KPR - BTN, telah mengalami perubahan bentuk sesuai keinginan pemilik / penghuni, dimana renovasi tersebut baru bisa dilakukan pada tahun 1990 s/d 1995 dengan asumsi 5 - 10 tahun sejak dihuni. Berdasarkan informasi data statistik diperoleh analisa frekuensi sebagai berikut :
a. Rumah yang direnovasi adalah dirancang sendiri oleh pemiliknya (88,50 %).
b. Biaya renovasi diatas Rp.20.000.000,- (55,20 %).
c. Metode renovasi yang digunakan adalah metode fungsional (80,20 %).
d. Dibangun secara bertahap dengan menggunakan metode konstruksi rumah tumbuh (65,60 %).
e. Metode rumah tumbuh dianggap sesuai serta menyesuaikan kemampuan sosial ekonomi pemilik
f. Pembiayaan yang murah, kuat, cepat dengan biaya terbatas (44,80 %).
g. Kondisi lingkungan / tetangga yang cukup baik (67,70 %).
2.2 Faktor penyebab masalah
Dari analisis faktor didapat 4 faktor yang secara dominan menjadi atribut/variabel pilihan bagi responden didalam menentukan keputusan untuk merenovasi, yaitu :
a. Faktor Ijin Mendirkan Bangunan
b. Faktor Jumlah Keluarga
c. Faktor Model / Bentuk bangunan
d. Faktor Kebutuhan ruang.
Pengelompokan ataupun penataan kelompok-kelompok tersebut sama sekali tidak menunjukkan tingkat prioritas antara satu aktor dengan faktor lainnya, tidak juga menunjukkan tingkat penting dan tidak terlalu pentingnya suatu faktor dengan faktor lainnya, melainkan menunjukkan atribut pilihan akan arti pentingnya faktor-faktor tersebut yang terkait antara satu dengan lainnya. Sehingga menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh didalam seseorang/responden menentukan pilihan untuk merenovasi rumahnya.
2.3 Solusi
Untuk memenuhi kebutuhan ruang dan mengatasi faktor jumlah kelurga dapat diambil suatu solusi yaitu dengan merenovasi rumah sehingga lebih baik sesuai perkembangan penghuni,status sosial,ekonomi,dan lingkunganya,sementara sisa lahan yng ada masih memungkinkan untuk dikembangkan,merubah dan menambah fungsi ruang baru,meninggikan lantai ,menggeser kesamping,kebelakang maupun keatas,agar kebutuhan fisik dan psikis ,serta fungsi ruang dapat optimal.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kebutuhan keluarga akan berbeda satu dengan yang lain, tetapi paling tidak rumah akan selalu diusahakan untuk dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, yaitu sebagai tempat berlindung keluarga. Jika penghuni menganggap rumah yang ditempatinya kurang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan psikis, maka penghuni berusaha melakukan renovasi / merubah rumahnya agar kebutuhan dan kenyamanan keluarga dapat terpenuhi.
Rumah responden rata-rata telah mengalami perubahan bentuk sesuai keinginan pemilik / penghuni, dimana renovasi tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang 5 - 10 tahun sejak dihuni.Hal ini dapat dimaklumi karena pemilik hanya mengandalkan penghasilan saja,kecuali pemilik punya penghasilan tambahan.
Pada umumnya rumah yang direnovasi adalah dirancang sendiri dan dibangun secara bertahap oleh pemiliknya dengan biaya diatas Rp.20.000.000,-. Metode renovasi yang digunakan adalah metode fungsional dianggap sesuai dengan kemampuan sosial ekonominya didukung kondisi lingkungan / tetangga yang memiliki toleransi sosial yang cukup tinggi.
3.2 Saran
Bagi pengembangan perumahan diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam membangun rumah sederhana pada masa mendatang, agar konsumen dapat memiliki rumah yang layak dan nyaman serta memenuhi standar.
DAFTAR PUSTAKA
Vivin satriana,Lily Syahrial.2008.Beberapa variabel faktor dalam mengoptimalkan Fungsi Ruang dan lahan pada Rumah Sederhana (Tipe 36/72 M2). Http://www.Google_cendekia.rumah_sederhana-jurnalPDF.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar